Selasa, 16 Februari 2010

Dari Game Center Hingga Kamar Rumah Sakit (cerpen)


Dari Game Center Hingga Kamar Rumah Sakit (cerpen)
Aku sangat senang sekali, karena walaupun hari ini adalah tanggal tua tetapi Bapakku memberikan Aku uang, lantas dalam hati berpikir, “akan Aku apakan uang satu lembar seratus ribuan ?. Ya Game center dekat KFC” (langsung terpikir oleh otak ku tempat tersebut). Karena tempat tersebut adalah tempat yang ahir-ahir ini menjadi rumah keduaku. Hampir setiap hari Aku mengunjungi tempat favorit itu, karena disana Aku bisa menikmati hidup baru yang lebih bebas dan lebih luas. Aku tidak lagi kesepian dirumah yang ditinggalkan oleh Ibu-Bapak yang sibuk dengan aktivitas di kantornya masing-masing. Yang seolah jika Aku dirumah akan merasa sepi karena tidak ada orang yang mengajak untuk mengajari mengerjakan PR atau sekedar bercerita tentang liga Italia yang menjadi favoritku. Aku dirumah merasa seperti didalam kuburan karena kalau siang hari sehabis sekolah dan tiba dirumah tidak ada orang yang menyiapkan makan siang, atau membuatkan jus alpukat yang menjadi kesukaanku. Sejak saat duduk di kelas tiga SMA Aku menganggap rumahku adalah sebuah kuburan yang sepi baik siang, atupun malam hari saat orang tua pulang . walaupun pulang dari kantor, mereka langsung pulas ditempat tidur. Kini Aku mendapatkan kebahagiaan setelah mengenal game center, Aku mendapat teman yang banyak di arena ini walaupun tidak bertemu secara langsung, tetapi Kami saling menyapa dalam permaianan melaluai ketikan keyboard menjadi penawarku dalam berkomunikasi yang tidak pernah Aku dapatkan di kuburan tempat tinggalku. Berbagai macam game Aku kuasai mulai dari NFS yang mengadu kecepatan sampai Age Imperial yang membutuhkan strategi yang mendalam. Dalam bermain game kadang menang namun kadang pula dalam satu hari tidak mendapat kemenangan. Pada suatu hari Aku bermain game Age Imperial dan Aku sangat senang sekali karena lawan yang dihadapi adalah seorang yang mengaku pernah menjadi juara nasional dalam kejuaraan game. Aku memang seorang pemula tetapi Aku akan bertekad untuk mengalahkannya. Ternyata memang tidak mudah untuk mengalahkan juara nasional . Aku sudah memeras otak , konsentrasi Aku curahkan semua untuk menghadapi juara nasional itu, Aku harus bernafas panjang setiap detiknya untuk menghadapi uletnya permainan yang diberikan oleh juara nasional tersebut. Mataku terus melotot kearah monitor. Tangan Aku arahkan betul kearah keyboard. Tetapi dia terus menyerang sesekali aku hisap Djarum Black yang sangat niknat, dan orang disampingku menghisap pula Djarum Black Menthol yang dingin itu. Dan usai sudah permainan tatkala kerajaanku yang Aku buat dalam game dihancurkan oleh lawan . Dan kami sempat saling chating setelah Kami selesai bermain. Saat Aku tanyakan, “Apa rahasia untuk bisa menjadi juara nasional”, namun cukup mudah baginya untuk menjawab yaitu “cinta orang tua” ternyata setelah lama chating dengan dia ternyata orang tuanya mendukung untuk Dia bermain game. Lantas kemudian Aku berpikir tentang diriku yang main kucing-kucingan dengan orang tua saat Aku bermain game. Tahunya orang tua mengasih Aku uang untuk jajan maupun makan pagi dan siang maklumlah setiap hari Ibuku tidak sempat untuk memasak untuk Aku. Kecuali makan malam memang berbeda karena biasaanya orang tua ku setelah kerja langsung membeli makanan untuk di santap di waktu malam. Dan tahunya orang tua setelah pulang sekolah Aku berada dirumah menonton acara remaja seperti MTV memutar saluran TV luar negeri untuk melihat sepak bola Liga Italia.
Setelah kalah dari orang tersebut Aku langsung pulang sampai dirumah bertepatan dengan suara adzan maghrib dikumandangkan dan tidak lama berselang Bapak dan Ibu pulang namun Aku tidak menyapa keduanya karena sangat lelahnya sehabis main game, tubuhku seolah berjalan sendiri menuju kasur di kamar tidurku dan Aku terbaring sambil melihat-lihat langit-langit kamarku yang berwarna putih sampai Aku tidak tersadar dan tidur dengan pulasnya. Dan tiba-tiba Aku terbangun dan Aku melihat jam ternyata waktu itu telah pukul dua belas malam, tiba-tiba angin berhembus begitu kencang. Udara dari luar masuk melalui jendela dan seperti menabrak tubuhku, sangat keras tabrakan angin itu, dan saat itu tubuhku menggigil, tak pernah Aku rasakan tubuhku sedingin ini, serperti hidup di hujan es saja. Tubuhku lantas menjadi lemas, waktu itu seisi kamarku tiba-tiba saja menjadi berantakan. Semua benda yang tergantung berjatuhan kebawah. Seprei kasur dan bantal berterbangaan. Tak bisa dibayangkan tiba-tiba suasana menjadi sangat kacau. Aku ingin berlari keluar untuk memanggil Ayahku tetapi tubuhku serasa ada yang mengunci. Aku hanya bisa duduk daiatas kasurku sembari melihat suasana puting beliung didalam kamarku. Tiba-tiba computer yang tidak jauh dari Aku, monitornya perlahan-lahan membuka dan lambat-lambat mirip sebuah mulut ya Aku teringat mulut Buta Ijo dalam cerita pewayangan. Dan terus membesar mulut dari monitor itu sampai mengarah kepada Aku. Aku ingin berlari tetapi tidak mampu dan dimakannya Aku oleh mulut besar itu. Setelah itu Aku dan masuk kedalam mulut dan seketika suasana nya berubah seperti dalam game Empire Age, tak kusangka tiba-tiba di badanku terlihat sebagai seorang pasukan yang ditanganku ada sebuah pedang dan pakaiannya berupa pakaian besi, ya ini seperti dalam game yang biasa Aku mainkan di game center tetapi tak kusangka Aku terlibat langsung perang dengan memegang senjata. Tapi Aku tidak ada tenaga untuk menhantamkan pedang yang Aku pegang kepada tentara-tentara yang mengejarku. Aku terus berlari seketika. Langkah kaki serasa sangat berat sekali untuk berlari, tapi Aku terus berlari dan arahnya pun tidak tahu harus kemana dan terus berlarilah pada saat itu . Saat itu terlihat nyawaku masih tersisa untuk tiga sabetan pedang lawan. Aku selalu berlari untuk menghidari sisa sabetan tersebut, tetapi musuhku terus mengejar dan malahan bertambah banyak. Saat itu tidak ada seorang pun yang datang untuk menolong , Aku sangat kebingungan sekali. Pada saat itu Aku selalu menyebut nama tuhan tetapi bahaya itu tidak kunjung pergi. Disitu hanya ada Aku dan para prajurit yang memegang pedang yang mengejar dan malahan semakin banyak seolah ingin menancapkan pedangnya kedalam tubuhku. Berkali-kali Aku menyebut nama ALLAH tetapi tidak juga bahaya tersebut hilang. Ataukah selama ini Aku lupa kepada tuhan karena tidak pernah lagi menjalankan perintah dalam agama.
Dan teruslah berlari sampai terjatuh dan para pasukan yang mengejar Aku langsung menusukan pedangnya dan saat tinggal satu nyawa lagi tersisa kemudian ada seorang pasukan yang mengangkat pedangnya untuk menusukannya kedalam tubuhku, pada saat sabetan pedang tersebut mencapai setengah jalan tiba-tiba Aku terbangun. Dan Ternyata itu semua tadi hanya mimpi, Aku merasa bersyukur sekali karena bisa bangun dalam mimpi yang begitu buruk. Pada saat terbangun itu tubuhku terasa dingin menggigil, kemudian keesokan harinya Ayah mengantarkan Aku kedokter dan ternyata demam berdarah menjangkiti tubuhku, dan kata dokter Saya kurang menjaga istirahat dan makan yang teratur. Ternyata selama ini Saya terlalu asyik dengan game hingga melupakan kebutuhan diriku sendiri yang begitu penting. Setelah itu rumah sakit menjadi tempat untuk istirahat bagiku sembari menyembuhkan penyakit .
Dan saat itu Aku tersadar kalau selama setahun ini Aku tidak mendapatkan apa-apa dalam bermain game, nilai sekolah yang jatuh, teman-teman yang semakin jauh dengan Aku, dan sering berbohong pada orang tua. Yang Aku dapatkan hanyalah teman-teman yang tidak jelas asal-usulnya yang tidak pernah bertemu secara langsung hanya lewat chating saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

No Porn, Racism, Sadism

Makan Bersama di Lombok Namanya Begibung

     Halo, teman-teman! Kali ini saya mau berbagi pengalaman saya yang pernah mendapat undangan makan dari teman dalam rangka maulid nabi. A...

Populer, Sist/Broo