Selasa, 14 September 2010

Alun-Alun Kota Kebumen




masjid agung kebumen disebelah barat alun-alun








Hanya sekedar iseng-iseng naik motor dari Kutowinangun menuju Kebumen tetapi ditengah-tengah perjalanan terbesit pikiran untuk mengunjungi alun-alun.
Pas sampai disana rasanya pangling melihat alun-alun Kebumen. Setelah beberapa lama tidak kesini ada beberapa perubahan jika dibandingkan dengan alun-alun sebelumnya. Sekarang lingkungan disekitar alun-alun telah ditata oleh Pemkab dengan menambahkan bangunan trotoar yang begitu besar . Trotoar yang   mengelilingi alun-alun menjadi indah dengan ditambahkannya penyejuk mata berupa  tanaman hias dan  lampu taman.

Alun-alun ini dianggap sebagai pusat dari  kota, karena disekelilingnya bertaburan gedung-gedung pemerintahan mulai dari kantor bupati serta dinas-dinas kabupaten. Alun-alun juga sering digunakan untuk berkumpuln warga. Jika ada hajatan besar seperti malam tahun baru atau peringatan kemerdekaan, alun-alun menjadi pilihan nomor satu untuk melaksanakan hajat tersebut.

kantor bupati kebumen berada di timur alun-alun




Pas nyampe di alun-alun ternyata disana telah dipenuhi oleh orang-orang yang nongkrong sembari menikmati jajanan dari pedagang kaki lima yang mangkal. Jajanannya antara lain bakso, batagor, siaumay, jenis-jenis es, dan lain-lain.

alun-alun kota kebumen dimana warga kebumen bisa menikmati alun-alun dengan jalan-jalan atau duduk duduk sembari menikmati jajanan yang ada disekitarnya

Dari sudut lain juga nampak muda mudi yang sedang menjalin kasih alias sedang berpacaran di alun-alun. Mungkin untuk kedepannya pemkab harus membuat aturan agar disekitar alun-alun terbebas dari orang-orang yang berpacaran. Selain mengganggu pemandangan, orang pacaran juga lebih banyak maksiatnya.



Sudah menjadi ciri khusus dari suatu alun-alun di Jawa yaitu umumnya ditengah-tengah alun ada pohon beringin. Sedangkan disebelah baratnya terdapat masjid. Hal tersebut juga terjadi di alun-alun kota Kebumen. Kalau jaman dulu fungsi dari suatu alun-alun adalah sebagai tempat untuk berkumpul rakyat  menerima perintah-perintah sang raja. Tetapi jaman modern sekarang ini fungsi alun-alun lebih banyak untuk sebagai tempat hiburan rakyat , misalnya  berbagai acara kesenian maupun olah raga diadakan di alun-alun.


Malam hari di alun-alun

Tidak kalah menariknya dengan waktu siang, mengunjungi alun-alun pada waktu malam hari menimbulkan kesan tersendiri. Setelah melewati lelah dan letih karena bekerja seharian,  keindahan lampu taman, hilir mudik odong-odong, dan keromantisan lampu taman mampu menambah energi untuk menjalani aktivitas hari berikutnya.

Alun-alun dipilih warga Kebumen untuk mendekatkan dengan keluarga mereka.  Anggota keluarga terlihat lebih mesra dengan saudara mereka sembari menikmati indahnya malah hari di alun-alun.

Kemesrahan  terlihat ketika saat satu keluarga menyewa sepeda odong-odong. Dengan mengelilingi alun-alun, satu keluarga terlihat lebih kompak dengan anggota-anggota lainnya. Cukup hanya membayar Rp 10.000 sampai Rp 15.000 untuk satu putaran.




23 komentar:

  1. memang sekarang alun-alun sudah multi fungsi. Hampir tiap malam tak pernah sepi hiburan seperti pasar malam jg tempat wisata kuliner.O...itu to alun-alun Kebumen, baru tau sob...

    BalasHapus
  2. @FD: Thanks brooo
    @Muza : iya nih sudah berubah fungsi..tapi yang penting masih bisa menjadi tempat umum warga mencari hiburan bukan menjadi mall/barang dagangan pemda dsb..fotonya belum lengkap sih alun2nya, kalau mau tahu datang aja ke kebumen

    BalasHapus
  3. wah kerenn... kapan ya bisa kesana :)))

    BalasHapus
  4. Kebumen kotanya bersih ya

    BalasHapus
  5. saya belum pernah main2 ke kebumen nih kang :)

    BalasHapus
  6. madem: ke kebumen aja nanti disambut dengan salam ngapak :)

    BalasHapus
  7. fb: iya broo pernah dapat adipura :)

    BalasHapus
  8. secangkir teh&sekerat kopi: main aja bos, dari jogja ke barat 100 km, naik motor 2 jam.

    BalasHapus
  9. mana nih sob posting barunya :)

    BalasHapus
  10. wuiihh.. keren juga nih alun2 kota kebumen... bersiihh dan rapi yaahh :)

    BalasHapus
  11. wah, ane bangga jadi warga kebumen bangga :)

    BalasHapus
  12. @yolis: ya begitulah, petugas kebersihannya rajin

    BalasHapus
  13. @ yogi: ya memang harus begitu, kita harus terus menjaga kebersihannya

    BalasHapus
  14. Oky Akuantoro Jati, SH15 November 2010 11.30

    Sekian lama di kampung orang..ingin rasanya kembali ke kampung halaman orang tua di Kebumen... meniti jejak asal usul sejarah keluarga..ingin rasanya menikmati masa pensiun disana..

    BalasHapus
  15. @pak oki, dimanapun berada yang penting tetap sehat pak. apalagi sekarang transportasi dan komunikasi lancar

    BalasHapus
  16. Tanggal bulan november 2011 aku lagi main disana..udah 2tahun aku tidak kesana..kapan aja aku mau kesana lagi������
    -love LD malaysia-

    BalasHapus
  17. Agung Dwi Prakoso27 Oktober 2015 21.31

    Mas isih kelingan aku po ra? Aku pernah sebangku karo awakmu diajar Sosiologi di 3 IPS 1 SMAN Prembun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. isih broo, biyen kono seneng dolanan hp pas pak wid ngajar

      Hapus

No Porn, Racism, Sadism