Rabu, 13 Juli 2011

Gili Trawangan Island, Lombok Utara, NTB-Indonesia

Lihat Peta Lebih Besar



Gili Trawangan merupakan salah satu pulau di Indonesia yang masih eksotik. Disini terdapat pantai-pantai yang terlihat enak untuk dilihat, dan tidak akan pernah bosan seseorang untuk selalu memotret kearah titik-titik yang menarik. Lautnya jernih dah sangat enak untuk berenang, apalagi untuk menyelam. Di Pulau Gili Trawangan tidak terdapat kendaraan bermesin yang beroperasi di darat seperti mobil atau motor roda dua. Kendaraan di sini yaitu antara lain sepeda ontel, dan cidomo (mirip dengan dokar/ andong/ delman).
Untuk menuju ke Pulau Gili Trawangan kalau dari arah mataram ada dua jalur
1. Lewat Pantai Senggigi. Dari Mataram menempuh sekitar 1 jam perjalanan. Jalur ini memiliki pemandangan-pemandangan yang menarik, seperti pegunungan, pantai, sawah, dan laut.
2.Lewat Perempatan Rembiga (timur Bandara Selaparang) menuju kearah utara. Perjalanan lewat jalur ini menempuh jalan yang  lebih singkat dibanding dengan lewat Pantai Senggigi.

Jika Anda ingin menyeberang lewat perahu umum maka anda harus lewat tempat yang bernama Bangsal. Jika lewat jalur perempatan Rembiga, lurus terus jangan berbelok dan Anda akan secara otomatis sampai mentok ke pantai untuk menyeberang. Tiket jalur penyeberangan umum seharga Rp 10.000.
Tetapi Anda juga bisa menyewa kapal dengan uang sebesar Rp 200.000 - Rp 500.000, tergantung kepandaian anda dalam menawar.

Tempat untuk membeli tiket perahu yang menuju ke Gili Trawangan/ The place to buy ticket to Gili Trawangan


Ini adalah kapal yang digunakan untuk menuju Gili Trawangan/Those boat to going to Gili Trawangan

Gili Trawangan bisa dilihat dari atas kapal/ Gili Trawangan can be look from boat
Didekat Pulau Gili Trawangan terlihat kapal boat yang tengah bersandar/ near island there are some boat parking 

Its look so good????????

Ketika sampai di pulau Saya sarankan untuk segera menyewa sepeda dengan harga Rp 30.000 untuk setengah hari/ Price to rent bicycle is about Rp 30.000 (currency of Indonesia) for half of day

Setelah memilih pantai yang indah segera lakukan aktifitas liburan anda seperti berenang, menyelam, main kano, voli dan sebagainya/ After you choose  favourite place doing some activity for example, swiming diving, volley ball, snorkling, reading, etc.

Cafe di pinggir pantai. Gili Trawangan memiliki banyak kafe yang menawarkan berbagai macam minuman mulai dari air putih, kopi, es, coklat, sampai minuman bir juga tersedia disini/ Cafe near beach make situation on beach is more life, this cafe provide some drink some likenwater, tea, coffe, drink contain alcohol, etc.

Sebagian jalan di pulau Gili Trawangan adalah berpasir jadi sangat sulit sekali untuk dilalui menggunakan sepeda onthel, Saya sarankan Anda untuk segera turun dan menuntun sepeda onthel Anda/ Most of street in Gili Trawangan contain sand,  you must down bike so you are not tired.

Gili trawangan memilik tempat-tempat yang indah dan bisa dijelajahi menggunakan sepeda sewa

DI Pulau Gili Trawangan tidak ada kendaraan bermesin, Jadi udara di pulau ini sungguh sangat sejuk.

GIli Trawangan memiliki banyak spot untuk berfoto, hampir setiap kaki kita melangkah di situ terdapat tempat yang menarik untuk diabadikan.

Salah satu hotel yang berada di kawasan GIli Trawangan

Hotel-hotel tertentu memiliki daerah yang mereka anggap sebagai tempat khusus untuk tamu mereka, jadi tidak semua pantai di wilayah Gili Trawangan bebas untuk dimasuki. Biasanya jika suatu pantai sudah di booking oleh salah satu hotel di situ terdapat tulisan "PRIVATE ONLY"

Cidomo, kendaraan khas di Gili Trawangan/ Cidomo traditional transportation in Gili Trawangan.

Jangan lupa berhenti sejenak untuk berfoto

Lautnya masih bersih tanpa polusi

Luxury place with low price


This is boat to carrying people go or came to Gili Trawangan.
Passenger who want to Gili Trawangan

Kamis, 30 Juni 2011

Cerita Perjalanan Trans Jawa-Bali-Lombok

Sudah dua bulan aku berada di mess BPK Mataram. Semua terasa begitu cepat sekali mulai dari awal aku dating dari belum mengenal apa-apa sampai sekarang ini saat aku mulai menjelajahi daerah sisi-sisi bagian dari mess yang katanya luasnya 4 hektar.

Pada waktu pertama datang semua yang berada di mess kaget karena saya datang dengan cara-cara yang tidak biasa. Saya datang dari Jawa sengaja menggunakan sepeda motor. Sebelumnya motor dari rumah sampai Jogja saya tunggangi, kemudian saat di jogja motor Saya naikan kedalam bus lebih tepatnya bus Wisata Komodo yang kata travel agen nya jurusan Yogyakarta-Mataram, eh tahu-tahu setelah sampai Denpasar Saya ditelantarkan sama travel tersebut. Akhirnya Saya turun di Denpasar  dengan diberikan uang pengganti oleh salah seorang pegawai di Wisata Komodo. Dengan tenangnya pegawai yang bertinggi badan tidak lebih dari 160 cm tersebut memberikan uang sepantasnya. Maksudnya sepantasnya buat beli bensin, kemuadian Saya menawar lagi kepada pegawai tersebut dan dengan perasaan agak sedikit kecewa akhirnya Saya setuju-setuju saja. Setelah itu Saya diberi arahan untuk mencapai Pelabuhan Padang Bai dengan baik dan benar. Pegawai tersebut menyarankan agar Saya naik motor lewat by pas dari Denpasar menuju Padang Bai.  Karena ini saya pertama kali datang ke Denpasar, dan akhirnya instruksi dari pegawai Wisata Komodo tersebut tidak Saya indahkan. Saya terlalau masuk kedalam jauh dari by pass dan melewati jalan yang berkelok-kelok, banyak simpangan yang membuat Saya makin merawa was-was apakah akan sampai di Padang Bai atau tidak.

Meninggalkan Pelabuhan Padang Bai di Bali


Banyak jalan yang aku lewati, banyak jembatan yang aku lintasi banyak pura yang aku temui akhirnya setelah sekitar 1,5 jam setelah dari Denpasar Saya menemukan by pass yang dianjurkan oleh salah seorang pegawai Wisata Komodo. Setelah berjalan di by pass sekitar 7 km saya sampai di Pelabuhan Padang Bai, yaitu pelabuahan penyeberang yang menghubungkan pelabuhan Lembar di Lombok. Awal pertama masuk Saya lupa untuk membeli tiket sehingga setelah sampai dermaga Saya disuruh kembali oleh salah seorang petugas untuk membeli tiket. Tiket sudah Saya beli dan akhirnya Saya bisa masuk kedalam kapal penyeberangan. Saat sampai di dalam kapal Saya disambut oleh salah seorang petugas yang mengatur parker kendaraan didalam kapal. Sontak pegawai pria yang berusia sekitar 25 tahun tersebut mengatakan kepada saya “Dari Magelang ya mass” lalu Saya menjawab “Bukan mas Saya dari Kebumen” lalu petugas tersebut berkata lagi “ooo..nomor polisi AA itu dari Kebumen juga ya” lalu Saya menjawab “iya boss…dari kebumen, kalau Magelang itu AA dan dibelakangnya itu A, B, G,H. Tapi kalau ” kemudian petuga itu berkata, “Lah berarti pada-pada ngapak lah, aku  dari Pemalang” . Setelah kami ngobrol beberapa hal karena pertimbangan etis Saya putuskan naik ke atas kapal menuju tempat duduk para penumpang.
Penyeberangan dari Padang Bai di Bali menuju Lembar di Lombok bukanlah hal yang singkat. Butuh waktu sekitar 4 jam untuk bisa melintas di Laut Bali tersebut. Namun banyak cerita yang didapat selama empat jam didalam kapal yang sangat menarik untuk diceritakan.

Karena Saya melakukan perjalanan jauh ini hanya seorang diri, perasaan was-was selalu datang setiap kali Saya melangkah. Tetapi dalam hati Saya selalu berdoa kepada Allah SWT agar dalam perjalanan tersebut Saya diberikan keselamatan dan dipertemukan dengan orang-orang yang baik yang mau dimintai pertolongan jika Saya membutuhkan sesuatu. Karena bukan apa ini adalah perjalanan berbahaya yang pernah Saya tempuh yang melewati banyak tantangan mulai dari tantangan dari manusia maupun tantangan dari alam.
Didalam kapal Saya tidak terlalu banyak bertemu dengan orang hanya sembari duduk dan  sesekali melihat kearah telpon genggam dan dalam hati seraya berkata “kenapa ini jam terasa lama sekali”. Setelah sekitar 15 menit berada dikapal Saya memutuskan untuk melangkah kearah sebelah pojok belakang untuk melaksanakan sholat dhuhur . Karena musholanya masih penuh sesak Saya dengan senang hari mau menunggu dan alangkah senangnya bisa melihat kearah lautan yang luas yang pada waktu itu cukup indah. Setelah mendapat giliran Sholat dan sholat selesai, Saya dengan membawa barang yang cukup berat yaitu dua buah tas yang sama beratnya dengan setengah karung gabah kering giling menuju tempat duduk penumpang. Pada waktu itu banyak orang yang melihat Saya berjalan dengan tergopoh-gopoh. Dalam hati Say berkata “ah biasa saja mau lihat mau apa yang penting saya tetap bawa tas ini untuk Saya amankan”, ya maklumlah pada waktu itu gaya saya dalam membawa tas tersebut seperti tentara yang mengamankan Presiden USA.

Suasana didalam kapal fery


Setelah duduk dan memilih tempat terbaik untuk tidur tanpa Saya sadar pada waktu itu waktu telah menunjukan pukul 3 sore artinya Saya sudah berada didalam kapal dan berlayar sekitar dua jam setalah bangun Saya berusaha untuk ngobrol-ngobrol dengan salah seorang bapak (yang katanya sering bekerjasama dengan pihak PT PEERHUTANI dalam penyediaan bibit tanaman keras) sembari minta-minta petunjuk untuk memberi arahan arah-arah yang nantinya enak untuk saya lewati. Dari pembicaraan tersebut tidak ada petunjuk yang dapat saya untuk jadikan pegangan  dalam perjalanan saya menyusuri jalan menuju mess BPK Mataram.

Setelah saya akan mau Sholat ashar dan sembari mengantri untuk wuddlu Saya bertemu dengan orang Mataram yang mengaku mantan Camat di salah satu Kabupaten Lombok Barat. Namanya bapak Sahabudin, mirip dengan lagunya Udin Sedunia. Orang tersebut bercerita banyak mengenai Mataram mulai dari sisi geografi sampai dengan sisi social budaya masyarakatnya. Saya diberi pesan untuk berhati-hati terutama dengan para anak muda yang ada di Mataram. Katanya anak mudah sekarang sulit diatur karena sudah tercampur dengan berbagai macam isu-isu modernisasi. Bapak tersebut juga mengingatkan Saya untuk menambah satu jam dari HP Saya karena waktu di Mataram lebih satu jam dari waktu Indonesia kebumen.

Sesekali berpapasan dengan kapal feri lain


Syukur sekali satu jam perjalanan dari pelabuhan Lembar bisa langsung sampai ke mess BPK Mataram. Jalan-jalan yang aku lalui padahal sebelumnya belum pernah aku lewati. Ada anggapan bahwa Kota Mataram itu tidak terlalu luas sehingga daerahnya tidak membingungkan, atau hanya keberuntunganku saja. Sejak dari pelabuhan sampai dengan tiba di mess Saya hanya bertanya kepada satu orang saja. Namun apapun anggapan yang muncul Saya meyakini ada invisible hand yang ikut untuk membantu Saya dalam perjalanan menuju mess BPK Mataram.

Hikamah dari perjalanan yang bisa Saya jadikan pelajaran adalah Kita jangan takut dengan tantangan yang kita hadapi didepan. Mempersiapkan diri dengan baik sebelum memulai kegiatan merupakan kunci keberhasilan dalam mencapai sesuatu. Tantangan didepan dapat kita hadapi dengan ketenangan jiwa pikiran,  keyakinan, dan harapan kepada yang kuasa.

Jumat, 27 Mei 2011

Produksi Tingkat Pemburu Madu Sumbawa (Bima&Dompu)

Pulau Sumbawa merupakan salah satu pulau penghasil madu di Indonesia. Keadaan geografisnyanya sangat mendukung sekali untuk berkembangnya beraneka jenis tawon. Pegunungan atau dataran tinggi mendominasi dari bentuk muka bumi disini, dan diatasnya banyak ditumbuhi berbagai jenis rumput-rumputan maupun tanaman kayu yang menurut pengamatan Saya tidak terlalu begitu lebat.
Madu oleh masyarakat banyak diambil dari kawasan hutan. Biasanya diambil di tebing-tebing maupun pohon-pohon yang tinggi. Namun ada juga masyarakat pencari madu menggali tanah untuk mendapatkan sarang madu (tetapi jumlahnya sangat sedikit).
Proses menyaring madu. Gambar oleh tim BPK Mataram

Masyarakat Sumbawa dalam mencari madu dilakukan secara berkelompok. Satu kelompok terdiri dari tiga sampai lima orang. Dan setiap kali berburu mereka membutuhakan waktu antara tiga hari sampai satu minggu (tergantung hasil yang didapat, jika mendapat buruan dalam waktu cepat mereka langsung kembali ke desa).
Pembagian kerja dalam satu kelompok tersebut yaitu satu orang naik keatas tebing/pohon kemudian sarang madu dipotong dan dimasukan kedalam wadah seperti ember dan selanjutnya wadah tersebut diturunkan untuk diperas oleh orang yang berada dibawah.
Mereka pada umumnya tidak memperhatikan kualitas produksi madu. Sarang madu yang sudah diambil kemudian diperas menggunakan tangan. Ada beberapa kelemahan menggunakan peras tangan tersebut, diantaranya:
1. Madu tidak lagi steril, karena tangan dari orang yang memeras madu ini kotor ada kemungkinan banyak dari zat-zat dari luar ikut tercampur dengan madu. Misalnya orang yang habis memegang tanah, makanan, kotoran, dsb. Ciri umum yang bisa dilihat yaitu jika madu dimasukan kedalam botol dan ditutup rapat maka saat akan dibukan tiba-tiba tutup botol keluar karena sebuah ledakan. Hal ini menurut para ahli diakibatkan oleh proses fermentasi oleh bakteri. Proses ini juga sama dalam pembuatan tape.
2. Anak lebah yang masih berwarna putih ikut tercampur ke dalam madu, hal ini juga termasuk dalam proses produksi yang harus dihindari karena perasan dari anak lebah tersebut ikut mempengaruhi kualitas madu yang dihasilkan.
Perburuan madu yang masih tradisional tersebut sebenarnya bisa dikembangkan dengan jalan yang lebih modern. Namun karena keterbatasan informasi yang dimiliki, para pemburu madu ini juga tidak bisa disalahkan. Harus ada pihak yang mau untuk membantu baik dukungan secara moril maupun secara fisik agar kualitas madu sumbawa bisa selalu berada diatas dalam perdagangan madu di Indonesia.

Rabu, 11 Mei 2011

Trip to Senggigi Beach, Lombok Island. Part # 1


Lihat Senggigi dar Mataram di peta yang lebih besar
Perjalanan kali ini ketika Saya berada di Lombok. Awalnya satu hari sebelumnya Saya sudah diajak salah seorang teman kerja untuk mengunjungi KHDTK (Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus) Rerung untuk jalan-jalan dan sekalian memetik buah durian ya karena memang di kawasan hutan tersebut banyak ditanami pohon durian. Namun pada saat minggu pagi ada juga seorang teman yang mengajak untuk pergi mengunjungi Pantai Senggigi. Saya lebih tertarik untuk mengunjungi Pantai Senggigi karena memang Saya telah banyak mendengar Pantai Senggigi dari media akan keindahannya yang tak terlukiskan dengan kata-kata.
Saya dan teman saya belum tahu jalan menuju ke Pantai Senggigi karena kami memang masih baru tinggal di Kota Mataram sekitar dua minggu. Nekat menjadi kata kunci untuk mencapai pantai tersebut sembari di jalan toh nanti ada orang yang mau dimintai tolong untuk penunjuk jalan.
Traveling sudah menjadi hobbi ku gak tahu ini turunan dari mana apa mbah ku, ibu, atau bapak ku. Orang-orang dirumah dari pengamatanku malah tidak suka keluar rumah, ya kalau keluar rumah ada tujuan tertentu. Memang benar itu iklan rokok "Gudang Garan" atau iklan susu  "Nutricia" yang digambarkan dengan aksi petualangan yang berani menghadapi berbagai tantangan dari alam "Life is an adventure". Rasanya selagi masih muda pingin berpetualangan menyusuri gunung, hutan, sungai, laut, dan berbagai medan lainnya yang membawa pada tantangan tersendiri untuk bisa merasakan kekuatan alam yang besar.
Pintu masuk menuju senggigi, letaknya di Kecamatan Batulayar

Jalan menuju Senggigi, menikung di beberapa sisi

Pemandangan pantai Senggigi dari jalan raya

Terlihat beberapa orang yang sedang berkumpul menikmati pantai

Gubuk di tepi pantai

Sejumlah anak bermain di pantai senggigi

Anak-anak yang minta untuk difoto

Disepanjang pantai Senggigi dikelilingi oleh pepohonan yang teduh

Kano yang siap untuk disewakan kepada para wisatawan

Anak-anak mendominasi bermain di air

Untuk yang kepanasan di pantai tinggal ke pinggir  pantai berteduh dibawah pohon

Seorang anak yang meompat dari atas jembatan di pantai senggigi

Terlihat sejumlah turis

Tempat untuk berjemur para bule

(kiri) terlihat sejumlah orang tengah berfoto bersama

Seorang anak yang pingin mandi ke laut

Mantafb

Air laut yang berbusa

Air laut membentuk garis horisontal

Siap siaga (bay watch..LOL)

Enaknya bisa main kano ditengah laut

siapa yang berani berjemur, tapi syaratnya harus pake bikini..Hehehe

Walk trekking di pinggir pantai senggigi

Seorang wanita tengah memberikan jasa cat kuku kepada salah seorang bule

Hotel ini di tepi laut

Bar, menyediakan berbagai minuman penghangat/pemanas tubuh/pikiran (MIRAS)

Cendera mata khas lombok

Dua orang turis tengah menikmati pemandangan dari atas sebuah jalan raya

Foto diambil dari jalan raya

siapa yang berani mendayung ke tengah laut

Pertokoan disekitar pantai senggigi

Nyiur melambai-lambai

Jalan menuju pantai senggigi

Jepretan dari atas jalan

Sambil menikmati pantai ditemani oleh minuman kelapa

Dari atas jembatan sejumlah anak bermain-main

Kapal wista

Makan Bersama di Lombok Namanya Begibung

     Halo, teman-teman! Kali ini saya mau berbagi pengalaman saya yang pernah mendapat undangan makan dari teman dalam rangka maulid nabi. A...

Populer, Sist/Broo