Rabu, 08 Februari 2012

Belajar Hidup Dari Sandal Jepit



Saat ini kita banyak disibukan orang lain dengan urusan yang tidak jelas. Kadang kita tidak tahu apa yang tengah terjadi tatkala kita berjalan bertemu dengan orang yang biasanya akrab dengan kita tiba-tiba menjadi pemilik muka suram yang seolah menaruh sesuatu yang negatif kepada kita. Atau ada sesuatu yang kelihatannya sepele namun datanggapi serius oleh orang lain.

Belum lagi ada seseorang yang  murka karena merasa iri kepada kita walaupun itu sebenarnya adalah keterbatasan yang kita miliki. Orang lain selalu berfikiran negatif dengan arah yang tidak jelas. Namun mungkin orang lain meyakini hal tersebut sebagai pembenaran atas apa yang mereka perbuat. Hidup seolah menjadi sempit, yang bisa dilakukan adalah menghina dan menyudutkan orang lain tanpa bukti-bukti yang jelas. Orang lain tidak mau tahu dengan alasan yang dikemukakan. Tetapi orang sudah terlanjur mengatakan sesuatu kepada orang dengan bumbu benci. Yang tanpa sadar hal tersebut berarti telah menurunkan tingkat kemanusiaan seseorang. Orang diangap tidak memiliki nilai kemanusiaan. Sia-sialah orang tua mereka mendidik budi perkerti sejak kecil. Pendidikan budi pekerti tiba-tiba saja hilang ditengah pergaulan yang saling mempengaruhi. Namun perlu dipahami bahwa tidak ada lagi kata keindahan, yang ada bau busuk dari mulut seseorang, bahkan bisa lebih busuk dari bau mulut harimau yang habis makan daging kerbau di hutan.

Saat dengki merasuki hati dan pikiran tidak ada kata ketenangan dalam hidup kita. Mungkin karena sebelumnya kita sudah benci dulu kepada seseorang jadinya kita tidak mau tahu apa yang terjadi. Kita menjadi orang yang sinis dengan tekanan terberat pada hati dan pikiran kita. Kita sudah tidak bisa berpikir jernih tentang seseorang dan tindakannya. Kalimat-kalimat negatif selalu membayangi diri kita akan tindakan orang lain. Yang walaupun belum tentu salah menurut hukum yang ada. Yang sebenarnya kita pun belum tentu lebih baik dari orang yang kita anggap negatif tersebut.

Saling serang dengan kata-kata yang buruk pun kadang kita lakukan. Kita seolah asik dengan-kata-kata bodoh yang kita lontarkan. Yang paling salah kaprah adalah kita menganggap orang lain disekitar kita merasa senang dengan kata-kata buruk hinaan untuk orang lain. Kita kadang menjadi tinggi merasa yang tahu segalanya. Orang lain yang kita katai dikira tidak tersinggung apa...!.

Terima kasih atas jasa yang pernah dilakukan seseorang nyaris tidak pernah ada. Kemanakah hilangnya nilai-nilai kemanusiaan tersebut. Tidak mungkin dibawa kabur oleh angin, apalagi disedot oleh nyamuk-nyamuk yang mengunjungi kekulit  kita setiap hari. Semua kebaikan dilupakan mentah-mentah tanpa pandang bulu. Entah apa yang bisa melupakannya sampai terjadi hal yang sedemikian rupa. Pantaskah jika seorang manusia yang dengan egonya dirasuki pikiran yang jahat mengganggu setiap insan manusia.

Namun  ada juga manusia yang memang secara moral dan secara hukum dicap sebagai penjahat. Pada saat itulah kita boleh untuk mengatakan sesuatu yang dikhususkan untuk orang yang melanggar hukum tersebut. Tujuannya bukan untuk menjatuhkan tetapi agar mereka orang-orang yang secara hukum memang bersalah  segera kembali lagi kejalan yang lurus. Untuk menilai seseorang apakah sudah keluar dari jalur hukum harus mengacu pada bukti bukan persangkaaan semata. Sehingga apa yang di tuduhkan nantinya benar-benar terbukti.

Adakalanya Kita belajar kepada sandal untuk menjadi orang yang mau berkorban untuk orang lain. Walaupun orang lain memperlakukan kita secara buruk tetapi kita harus membalasnya dengan sesuatu yang baik. Walaupun orang lain telah menginjak-injak kita tetapi kita tak ada salahnya untuk melindungi mereka yang menginjak-injak kita. Pada saat orang lain tengah berjalan pada jalan kerikil tajam yang membahayakan langkah mereka tidak ada salahnya kita berusaha untuk menghalangi kerikil tajam tersebut agar tidak melukai orang lain. Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk berobat ke dokter jika kaki kita tidak menggunakan sandal. Apa yang akan terjadi jika kita bertamu ke rumah orang lain namun pada saat yang sama terjadi hujan, tentunya kita tidak diijinkan masuk atau jika kita sudah diijinkan masuk si pemilik rumah akan uring-uringen. Sudah berapa ribu atau bahkan ratusan juta bakteri atau kuman lain yang tidak jadi menyembangi kulit kita karena sandal. Maka sandal ibarat sebuah penyelamat buat kita.

Sandal jepit


Belajarlah dari sandal. Sandal tidak akan meminta imbalan atas jasa pemakaiannya. Ia tidak kecewa jika sang pemilik sandal melangkahkannya ke dalam kubangan lumpur yang penuh dengan kotoran. Tapi kita kadang melupakan sesuatu yang kecil karena sesuatu yang kecil tidak akan pernah berpengaruh untuk kita. Lihatlah perjuangan Steve Jobs pendiri Apple Inc yang memiliki riwayat ditolak oleh suatu perusahaan pengembang alat-alat elektronik karena ide nya pada waktu itu hanya dihargai dengan nilai yang kecil.
Manusia adalah mahluk yang lupa, terutama melupakan kebaikan tuhan kepada kita. Sudahkah Kita semua mensyukuri apa yang diberikan kepada kita. Tak cuma hanya itu saja manusia juga tempatnya lupa akan sesuatu termasuk peran-peran barang-barang yang sudah ada disekitar kita yang setiap hari kita membutuhkan sesuatu salah satunya adalah sandal jepit.

Saat kaki kita melangkah dan tak sengaja menginjak kotoran anjing maka sandal akan melindungi kita dari kotoran anjing. Pada saat kita berjalan didaerah yang banyak terdapat paku maka kita akan terlindungi dari cedera yang akan ditimbulkan oleh paku. Pada saat kita menginjak aspal pada saat terik matahari maka kaki kita akan terhindar dari panas yang membara yang disebabkan oleh panasnya aspal. pada saat kita berjalan di jalan yang basah walaupun sedikit tapi kaki kita terlindungi dari kotoran lumpur dan sebagainnya. Mungkin juga pada saat kita berjalan dijalan sehari-hari banyak kuman yang tertangkis oleh sandal yang kita pakai.

Itulah sekelumit tugas dari barang yang mungkin kita anggap sepele, Kita menginjak-injak hingga lambat laun sandal yang kita pakai menjadi tipis. Tanpa sadari kita terbantu karena sandal. Sekilas sandal yang kita pakai tidak ada harganya tetapi begitu penting sekali buat kita.

Apa yang terjadi jika telapak kaki kita sedang terluka dan kita ingin berjalan melewati jalan yang terdapat berbagai rintangan yang memungkinkan kita terkena penyakit titanus dan sebagainya. Saat itulah peran sepasang sandal begitu berharga buat kita. Kita menjadi bisa berjalan tanpa ada halangan saat kita sedang mengalami sakit pada telapak kaki kita.

Begitulah kita harus belajar kepada sandal. Walaupun sandal sudah penyat-peyot tetapi kehadirannya sangat kita butuhkan. Jelek kusam bukan berarti tidak punya manfaat. Karena sandal lah kita selamat dari berbagai ancaman terhadap kaki kita saat kita berjalan.

Namun ada juga sandal yang bahaya dipakai, karena kalau kita memakainya bisa-bisa kita terluka karenanya. Misalnya sandal yang terdapat paku, kawat atau benda asing lain yang secara kebetulan mengganggu fungsi dari sebuah sandal. Pada saat itulah kita harus mengganti sandal yang rusak dan terdapat benda yang membahayakan dengan sandal yang terasa nyaman dipakai.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

No Porn, Racism, Sadism