Ciri Orang yang Mudah Untuk Dipinjam Uang

Uang seratus ribu rupiah
1. Gaji  mencukupi kebutuhan satu bulan.

Penghasilan masyarakat berbeda-beda. Ada yang besar, sedang, atau kecil. Bukan masalah besar kecilnya yang diperhitungkan. Tetapi, bagaimana seseorang memanfaatkan uang dengan bijak. Ada istilah cermat. Bisa jadi, orang yang penghasilannya tinggi tidak cermat dan di akhir bulan akan menumpuk utang. Namun, ada juga orang yang memiliki penghasilan kecil namun cermat memanfaatkan uang, sehingga di akhir bulan terdapat kelebihan uang. Nah, orang yang memiliki kelebihan uang adalah target dimana kita dapat meminjam.

2. Tidak boros

Orang yang boros cenderung untuk menggunakan uang semaunya. Meskipun bukan kebutuhan, orang boros selalu ingin memuaskan keinginan hati dengan mencari-cari barang target selanjutnya. Janganlah meminta bantuan keuangan kepada orang yang boros. Karena, Anda akan selalu diliputi kekhawatiran selalu ditagih dan ditagih meskipun belum waktunya membayar.

3. Memiliki pekerjaan tetap

Orang yang memiliki pekerjaan tetap cenderung untuk memiliki penghasilan yang teratur. Uang bisa didapatkan setiap bulan. Jika anda ingin mengutang, Saya anjurkan untuk memilih orang yang memiliki pekerjaan tetap namun gajinya tinggi. Hal tersebut akan mengurangi beban orang yang hutang. Kasihan jika seseorang memiliki pekerjaan tetap namun bebannya bertambah karena kita mengutang. Misalnya saja polisi pamong praja yang menikah dan memiliki lima orang anak yang semuanya sedang sekolah.

4. Tidak pelit

Perlu dibedakan antara kata hemat dengan kata pelit. Hemat berarti mencukupi kebutuhan sesuai dengan porsi kebutuhan. Tetapi, pelit adalah menghambat uang yang seharusnya keluar. Orang yang tidak pelit adalah orang yang mengetahui bagaimana kondisi keuangan kemudian melaksanakan budgeting untuk mengatur pengeluaran agar sesuai dengan kondisi. Jika Anda memang benar-benar butuh bantuan, maka secara naluriah orang yang tidak pelit bisa merasakan kebutuhan Anda. Dan dengan gaya muka memelas , Anda bisa menceritakan kepada seseorang untuk meminta bantuan. Tetapi perlu di ingat bahwa diperlukan kejujuran kalau Anda benar-benar sedang butuh bantuan.

5. Pernah kita kasih utang

Orang yang baik adalah orang yang selalu membalas kebaikan orang lain. Saat-saat kita mengalami masalah keuangan dan membutuhkan bantuan, pada saat itu kita mengharapkan ada yang membantu. Dan setelah ada yang membantu kita, maka hati juga terasa nyaman. Perasaan nyaman karena bantuan orang lain harus selalu diingat oleh seseorang. Karena, orang yang selalu mengingat kebaikan orang lain sebagai ciri orang yang tahu terimakasih. Untuk itu jika kita pernah melakukan kebaikan kepada orang lain, dan pada suatu ketika kita membutuhkan keuangan maka tidak ada salahnya untuk meminjam kepada seseorang yang pernah kita beri pinjaman.

6. Anak-anaknya sudah sukses

Tahu sendiri rasanya jika meminjam uang pada orang yang salah, yaitu kita tidak dapat utang. Uang digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Jika kebutuhannya sudah tercukupi maka seseorang akan cenderung bingung untuk memanfaatkan uang yang ada. Orang tersebut misalnya, orang yang memiliki anak, dan anak tersebut telah sukses mampu mencari kebutuhan sendiri. Misalnya seorang peneliti yang memiliki empat orang anak. Anak pertama bekerja sebagai dokter, anak kedua bekerja sebagai manajer di Pertamina, anak ketiga bekerja sebagai pilot Garuda Indonesia, dan anak terakhir bekerja sebagai salah satu direktur di Google. Secara finansial seorang peneliti tersebut mampu dan  menjadi target untuk berhutang. Tetapi perlu diingat bahwa, boleh berhutang tapi jangan melebihi kemampuan finansial seseorang.


7. Kita kenal dengan orang yang akan kita minta pinjaman

Syarat penting dalam berhutang adalah kepercayaan. Jangan pernah mengecewakan kepercayaan seseorang kepada kita. Karena sekali kita tidak dipercaya maka ada kemungkinan kita selalu dicurigai. Syarat percaya adalah saling kenal. Tidak mungkin seseorang memberi utang tidak kenal, ataupun kalau sudah kenal apakah mereka percaya. Dua hal tersebut menjadi pokok bagi seseorang yang akan berhutang.



Komentar