Menghidupkan Institusi : Pemikiran singkat menjalankan institusi masyarakat

Pasti kita pernah melihat suatu organisasi berhenti ditengah jalan alias organisasi tersebut ada namun kegiatan tidak berjalan dengan lancar. Organisasi ini biasanya dibentuk berdasar tekanan dari  luar bukan atas kesadaran orang-orang yang berada di lingkungan tersebut. Tidak hanya menghabiskan anggaran keuangan saja akan tetapi juga tenaga yang seharusnya dapat digunakan dalam membangun masyarakat tidak dapat terlaksana. Ada beberapa alasan mengapa suatu organisasi mengalami kemunduran atau bahkan penghancuran

Dalam sebuah buku karangan Daron Acemoglu dan James A Robinson (2014) menyebutkan bahwa kegagala institusional menjadi penyebabnya. Institusional merupakan salah satu ilmu yang digunakan untuk memahami suatu aturan dapat menjalankan sebuah organisasi, apakah organisasi tersebut dapat berjalan baik atau tidak. Bisa saja, walaupun sama-sama satu wilayah, akan tetapi karena institusi yang ada pada satu daerah tidak mendukung untuk maju dapat menyebabkan kesenjangan yang nyata. Hal tersebut dapat kita lihat di Indonesia, dimana wilayah ini terbagi-bagi kedalam daerah otonom akan tetapi tidak semua wilayah dapat tumbuh dalam nilai yang sama. Ada daerah yang tumbuh lebih cepat, sedang, dan lambat. Wilayah antara Indonesia bagian barat, tengah dan timur merupakan salah satu contoh yang nyata. Selama ini pembangunan dipusatkan di wilayah barat, sehingga wilayah yang berada jauh dari pusat terutama yang berada di pelosok Indonesia timur terlihat berbeda. Janganlah hanya menyalahkan dengan jumlah anggaran yang ada, karena berapa pun jumlah anggaran yang digunakan untuk membangun tidak akan pernah cukup mampu jika tidak ada perubahan pada sisi institusional nya. Papua memiliki anggaran yang terbilang fantastis apalagi setelah adanya otonomi khusus, sehingga mendapat jatah khusus anggaran pembangunan yang jumlahnya mencapai triliyunan rupiah. Penggunaan anggaran yang tidak tepat hanya terkesan pada menghamburkan anggaran yang ada. Jika tidak ada pola perubahan dalam membangun suatu wilayah maka sampai kapanpun masyarakat di Papua akan jauh tertinggal dari daerah lainnya.

Partisipasi masyarakat merupakan faktor penting dalam menjalankan pembangunan. Karena, masyarakat setempat merupakan pelaku langsung yang mengalokasikan tenaga dan pikirannya untuk membangun wilayahnya masing-masing. Selanjutnya partisipasi tersebut harus didukung dengan iklim yang sesuai untuk berkembang. Iklim tersebut adalah keadaan politik yang tidak membeda-bedakan antar masyarakat dan golongan. Semua memiliki kebebasan yang sama yang digunakan dalam hal yang bersifat positif. Setiap warga negara memiliki hak yang sama baik itu dalam bidang politik dan ekonomi.

Kebebasan berusaha akan memberi ruang untuk setiap anggota masyarakat mengembangkan dirinya menjadi manusia yang memiliki karakter maju. Karakter tersebut ditunjukkan dengan kemampuan dan mampu ber kompetisi secara sehat dalam berbagai bidang terutama yang berkaitan dengan bidang ekonomi. Adanya kebebasan tersebut akan memicu inovasi sebagai alat yang efektif sebagai penghancur yang kreatif. Yang dimaksud dengan penghancur yang kreatif adalah segala macam usaha temuan baru yang dapat diterapkan pada cara-cara lama yang cenderung menghambat untuk selanjutnya dapat merubah pola relasi dengan sesama menjadi lebih efisien. Sebagai contoh adalah temuan tentang truk pengangkut barang yang merusak tradisi masyarakat jaman dahulu yang sering menggunakan gerobak dalam mengangkut hasil bumi. Penggunaan truk untuk mengangkut hasil bumi akan membuat ribuan orang yang memiliki gerobak dengan penggerak hewan akan kehilangan pekerjaan. Jika diberi kesempatan untuk demo mungkin mereka akan mendatangi pabrik truk untuk memprotes produksi truk yang mampu mengurangi pendapatan mereka. Bukan hanya pemilik gerobak saja yang di rugikan dengan hal tersebut, akan tetapi keluarganya juga akan mendapat jatah makan yang berkurang dari biasanya. Singkat kata, dalam waktu yang tidak lama, hal tersebut mengancam kelangsungan kehidupan keluarga pemilik gerobak.

Namun tahu kah bahwa penggunaan kendaraan pengangkut seperti truk akan jauh lebih efisien jika dibanding dengan hanya menggunakan gerobak. Jangkauan wilayah yang dapat ditempuh menjadi lebih jauh dan luas sehingga memungkinkan untuk menyalurkan produksi dalam skala besar. Transportasi akan memengaruhi sistem produksi, barang dapat disalurkan dengan cepat ke daerah  yang menjadi pasar, sehingga produksi dapat berputar lebih cepat. Bagi orang yang terancam dengan keberadaan moda transportasi baru akan menganggap hal tersebut sebagai ancaman yang mengganggu stabilitas perusahaan. Mungkin jika memiliki power yang kuat untuk menekan agar tidak ada lagi produksi truk, mereka akan meminta agar tidak ada lagi pembuatan truk. Permasalahannya bukan hanya pada urusan  tersingkir nya alat transportasi yang sudah lebih dulu mapan, akan tetapi proses menuju proses perubahan tersebut membutuhkan waktu yang sedikit sampai dengan waktu yang lama tergantung dengan kesiapan dengan isntitusi yang membawahi. Dengan berbagai macam kontroversinya, pengalihan tersebut akan membawa pada kebaikan pada masyarakat yang lebih luas karena harga kebutuhan dapat menjadi lebih murah. Singkat cerita adalah kebebasan  berusaha di bidang ekonomi akan menumbuhkan inovasi yang akan mengubur tradisi lama yang selama ini sudah menjadi penyakit bagi kemajuan. Kemajuan yang dengan segala pengorbanan nya akan dapat dinikmati bagi masyarakat secara luas.

Pemberian insentif bagi pihak yang sedang berusaha mengembangkan inovasi adalah cara untuk menumbuhkan kesadaran dari anggota masyarakat. Cara ini merupakan sebuah penghargaan dari institusi untuk setiap individu dalam mencari jalan dan peluang-peluang mengembangkan organisasi. Dengan adanya insentif bagi setiap individu akan menjamin hak yang nantinya diterima jika anggota berhasil mengembangkan cara-cara yang lebih baik untuk organisasi. 

Selanjutnya yang tidak kalah penting selain masalah ekonomi adalah mengenai kemauan politik yang kuat dari pihak yang sedang berkuasa. Sistem politik dibuat agar masyarakat memiliki suara yang sama dengan masyarakat yang lain, tidak ada perbedaan kelas baik itu golongan petani, pengusaha, rohaniawan, kelas pekerja, dan lain sebagainya. Permasalahannya tidak semua penguasa yang sedang berkuasa  rela untuk berbagi kekuasaan dengan pihak sehingga terkesan akan memanfaatkan power yang dimiliki untuk menelikung pihak lain yang akan maju. Dengan pembatasan-pembatasan bagi pihak yang sedang berkuasa akan mendorong partisipasi masyarakat dalam pengambilan kebijakan dapat dirasakan langsung oleh rakyat. Hal ini membutuhkan aturan yang dibuat inklusif  untuk semua golongan.

Akhirnya saya ingin menyimpulkan bahwa institusi dapat berjalan dengan baik untuk menggerakkan potensi masyarakat jika institusi tersebut mampu memberikan kesetaraan diantara anggotanya untuk memberikan suara sekaligus untuk mengembangkan inovasi-inovasi yang baru. 


Komentar