Potret Kesenjangan di Perbatasan RI dengan Timor Leste

Rumah dinas Gubernur NTT yang terlihat megah
Bulan Agustus 2011 Saya sempat berjalan menggunakan kendaraan umum dari Kupang sampai Soe, yang Saya lihat di jalan yaitu kondisi geografis yang tandus berupa batu dan kebanyakan ditumbuhi pohon semak. Sementara perumahan masyarakat yang tinggal di dekat jalan raya kondisinya termasuk buruk
Sebagian besar rumah yang Saya lihat menggunakan tembok kayu dan seng, dan sebagian kecil saja yang menggunakan tembok atau beton. Bahkan dibagian titik-titik tertentu Saya melihat ada rumah yang masih menggunakan jenis serat-serat tertentu untuk dijadikan temboknya.

Gambar : Pelajar Soe yang tengah pulang sekolah

Hal ini menunjukan bahwa pembangunan di Indonesia belum merata. Selama Saya sekolah dari SD sampai bangku kuliah yang namanya kesenjangan antara pusat dan pinggiran, antara desa dan kota, atau antara Jawa dan luar Jawa selalu menjadi perkataan yang wajib bagi guru-guru terutama yang mengajar berkaitan dengan masalah kesejahteraan sosial. Pada waktu mendengarkan penjelasan guru mengenai kesenjangan perasaan saya biasa-biasa saja. Mungkin karena Saya tidak mengalaminya sendiri. Tetapi setelah melihat sendiri dan berjalan-jalan ke daerah perbatasan hal ini seolah saya mengalami  "de javu" atau sebuah perasaan yang seolah pernah mengalaminya. Sungguh memprihatinkan wilayah perbatasan dengan Negara Timor Leste.


Sebagian besar daerah Pulau TImor merupakan dataran tinggi yang berbatu
Mungkin wajar lepasnya Timor Leste dari Indonesia mungkin saja karena salah satu faktor Pemerintah Negara RI tidak mampu untuk mensejahterahkan rakyat Timor Leste. Tidak akan mungkin suatu wilayah melepaskan diri dari Negara Induknya jika rakyatnya sejahtera. Sudah harus menjadi pekerjaan wajib bagi pemerintah untuk peduli dengan wilayah yang dipimpinnya meskipun wilayah tersebut miskin akan sumber daya.

Daerah yang berada perbatasan negara merupakan wilayah yang rawan terhadap berbagai isu. Terutama jika sudah menyangkut isu kesejahteraan penduduk asli. Bisa jadi isu tersebut digunakan oleh elit daerah untuk menjaring simpati masyarakat untuk tujuan-tujuan kekuasaan mendirikan sebuah negara yang terpisah dari negara induknya. Banyak sekali contoh didunia ini dimana suatu pemerintah yang mengabaikan terhadap  golongan tertentu terutama penduduk asli dan akhirnya orang yang di abaikan tersebut menusuk dari belakan kepada pemerintah yang sah dengan cara membuat organisasi kemerdekaan yang berencana untuk melepaskan dari Negara induk. Untuk sekarang ini mungkin kita akan disuguhi oleh berita-berita tentang tindakan percobaan makar yang terjadi diwilayah Papua. Papua selain karena salah urus juga yang tidak kalah pentingnya adalah sebaian elit penduduknya yang haus akan kekuasaan. Jika berandai-andai!!! Papua merdeka dengan OPM sebagai stirnya bisa jadi masyarakat Papua keadaannya bertambah buruk karena biasanya pemberontak hanya mencari-cari kekuasaan atas nama rakyak. Namun jika mereka sudah mendapatkan kekuasaan mereka akan ingkar kepada masyarakat yang dulunya mereka perjuangkan.

Orang permakampungan yang hidup dan menggantunggukan keperluannya dari bertani dan bekebun


Hasil pengamatan Saya terhadap daerah yang saya lalui mulai dari Kupang sampai  SOe memiliki sumberdaya alam yang terbatas. Daerah tersebut berupa bebatuan yang cukup luas, dan sesekali melihat ada pohon yang rindang.  Pohon yang rindang tersebut jumlahnya terbatas hanya tempat-tempat tertentu yang berdekatan dengan sumber air misalnya dekat dengan sungai. Atau tempat-tempat tertentu yang dianggap spesial seperti kantor Gubernur NTT atau rumah Dinas Gubernur NTT.

Orang kampung yang mencari nafkah dari berjualan seadanya didepan rumah


Dan Saya belum tahu apakah gundukan batu yang membelah sebagian besar wilayah Pulau Timor itu bisa dimanfaatkan untuk diolah menjadi bahan yang berguna atau tidak. Perlu studi lebih lanjut mengenai potensi yang dimili oleh Pulau Timor tersebut. Saya pernah mendengar perkataan seseorang jika suatu daerah gersang atau berbatu atau jarang air biasanya kekayaan alamnya itu bisa berupa minyak atau emas, contohnya dinegara timur tengah yang geografisnya tandus berpasir mengandung cadangan minyak yang cukup besar. Atau daerah Kabupaten Sumbawa Barat yang bergunung-gunung menghasilkan emas yang berlimpah yang sekarang diolah oleh PT Newmont. Perlu penelitian lebih jauh lagi mengenai potensi apa yang dikandung dalam bumi Pulau Timor.


Salah satu pemandangan di darah Mutis

Saya, Anda dan semua orang Indonesia  pasti berharap keluarnya Timor Timor, Sipadan Ligitan, tidak akan terulang dimasa-masa yang akan datang. Penguatan diplomasi perlu untuk terus dilakukan sembari memfungsikan peran pemerintah yang lebih tajam lagi terutama  sebagai alat kesejahteraan bagi rakyat yang dipimpinnya.
Salah satu pasar tradisional di daerah kupang

Pembangunan daerah perbatasan bukan hanya dari aspek fisik semata tetapi pembangunan yang menyeluruh. Karena kalau fisik saja, bangunan apapun yang dibangun tidak akan berguna sama sekali tanpa penggunaannya yang tepat. Perlu studi mengenai potensi dan kebutuhan daerah perbatasan sekaligus daerah terpencil.

Komentar

  1. Kita tentu berharap dengan otonomi daerah pembangunan dapat lebih ditingkatkan, pelayanan masyarakat yang lebih baik, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat di daerah. Ada banyak wilayah di Indonesia utamanya daerah perbatasan dan wilayah terpencil yang perlu mendapatkan perhatian serius baik oleh pemerintah daerah setempat, pemerintah provinsi dan pusat.

    BalasHapus
  2. tapi yang paling penting dari awal pembangunan adalah pendidikan. karena dengan pendidikan akan mengubah sikap dan prilaku manusia untuk membangun. sebagus apapun program pembangunan dari pemerintah jika sdm tidak baik maka pembangunan itu bisa jadi mubazir. thanks udah berkunjung mas/broo

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul buangat tuh, tapi bagaimana pendidikan mau maju? gurunya aja tamat SMP? jujur pak sy punya kesan g enak sama kota soe' pdhl itu tanah kelahiran saya. saat ini sy milih tinggal di bogor hanya karna punya kesan menyakitkan waktu mau bikin KTP, petugasnya minta 100 000, kataya wat uang rokok.itu kalau jadinya 2 minggu lagi kalau langsung ambil 250 000. saya ingat nama petugas itu, tp rasanya tidak pantas saya tulis di sini.

      Hapus
  3. bagaimana mau maju pulau timor? korupsi no satu.mau PNS 25 juta,mau polisi 75 juta. bagusnya mang pulau timor pisah aj kaya timor2 jad kl miskin g malu maluin indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan misah dong, nanti indonesia tambah kecil. menurut saya yang penting kalau ditata dengan baik akan menjadikan daerah tersebut menjadi maju. ya mungkin hal ini terkait dengan komintmen para pemeimpin negeri ini baik pusat maupun daerah.

      Hapus

Posting Komentar

No Porn, Racism, Sadism